Tuesday, June 26, 2012

Obyek wisata Tanah Lot Bali

Objek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, ditempuh sekitar 45 menit dari kawasan Kuta. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu, apabila air pasang pura ini akan kelihatan dikelilingi air laut dan satunya lagi, tepatnya di sebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak menjorok ke laut dan di atas tebing.

Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura di tengah pantai tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), biasanya para tamu akan datang pada sore hari untuk melihat melihat keindahan matahari tenggelam.


Di tempat ini, dari tempat parkir sampai ke tempat objek wisata/ pura, banyak terdapat art shop yang menawarkan produk kerajinan lokal, banyak kedai miniman dan makanan, juga ada fasilitas kamar kecil / toilet, yang ongkos sewanya tidak seberapa.


Menurut Legenda Pura Tanah Lot didirikan oleh didirikan oleh sorang Brahmana dari Jawa yang bernama Danghyang Nirartha yang menganut ajaran Hindu, dan beliau berhasil menguatkan kepercayaan masyarakat setempat untuk tentang ajaran Agama Hindu dan Sad Kahyangan. Bendesa Beraban merasa tersaingi banyak pengikutnya meninggalkannya dan menjadi pengikut Danghyang Nirarta. Kemudian Bendesa menyuruh Danghyang Nirartha pergi meninggalkan Tanah Lot. Beliau menyanggupi tapi sebelum meninggalkan Tanah Lot, dengan segala kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura.
 Ular ini masih ada sampai sekarang dan ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning. Bendesa Beraban merasa takjub dan kemudian menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Friday, June 22, 2012

Ibukota Indonesia pindah?

Jakarta merupakan Ibukota Republik Indonesia. Jakarta dengan luas sekitar 650 km2 kini menampung penduduk setidaknya 9,5  juta jiwa, yang terus bertambah setiap tahun. Kini Jakarta berada di ambang ancaman over populasi, ancaman banjir besar, serta ancaman kemacetan total. Ada penelitian bahwa ibukota jakarta diperkirakan akan mengalami lumpuh total dalam hal transportasi darat pada tahun 2015. Juga diperkirakan 90 persen dari luas Jakarta akan terendam banjir pada tahun 2050. Selain banjir, Jakarta juga dikhawatirkan terancam bencana sebab Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan Krakatau akan kembali terulang antara tahun 2015-2083. 

Karena beberapa alasan kini timbul wacana pemindahan ibukota baru untuk Indonesia. Perpindahan ibukota atau pusat pemerintahan negara adalah sesuatu yang sangat biasa, karena pernah dilakukan oleh banyak negara. Negara yang berpindah ibukota diantaranya adalah Turki memindahkan ibukota dari Istanbul ke Ankara, Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia, Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, serta Jerman dari Bonn ke Berlin.

Dari berbagai kota di Indonesia, ada beberapa kota yang mungkin bisa dipertimbangkan sebagai Ibukota baru:

Kota-kota kuno yang pernah menjadi pusat nusantara

Indonesia memiliki kota-kota kuno yang pernah menjadi pusat kerajaan besar di nusantara. Jika kerajaan kuno di Indonesia memilih kota-kota ini jadi pusat kerajaannya mungkin Indonesia juga bisa mempertimbangkannya menjadi Ibukota Indonesia. Berikut kota tersebut:

Kota Palembang

Palembang dulu pernah menjadi pusat nusantara karena Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan Sriwijaya yang menguasai nusantara pada waktu itu. Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi. Palembang dipilih menjadi ibukota Sriwijaya mungkin karena selain kondisi alam kota Palembang yang diapit dua teluk, juga letak strategis kota ini yang terdapat Pulau Bangka di depannya yang merupakan jalur memutar dari Malaka menuju Cina.


Kota Trowulan

Kota Trowulan terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Trowulan pernah menjadi Ibukota Kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah menguasai Nusantara. Majapahit adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kini masih dapat dilihat peninggalan dari kota Trowulan yang dapat dilihat bangunan-bangunan bata berupa candi, gapura, kolam, dan salurah-saluran air di muka tanah maupun di bawah tanah yang seluruhnya mengindikasikan sebuah kota yang sudah cukup maju untuk masa itu. Alasan Majapahit menjadikan Trowulan sebagai pusat Majapahit diduga merupakan bagian dari strategi  agar tidak mudah diserang oleh musuh karena biasanya pusat kerajaan di zaman dulu itu selalu berada di kawasan pantai yang memudahkan musuh menyerang dengan armada lautnya.


Kota Makassar

Makassar pernah menjadi ibukota kerajaan kembar Gowa-Tallo. Kerajaan Gowa-Tallo atau juga disebut Makassar merupakan kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Para pakar sejarah dan budayawan sepakat hari kelahiran Kota Makassar jatuh pada 9 November 1607. Pada Abad ke-16 "Makassar" sudah menjadi ibu kota Kerajaan Gowa. Kota Makassar memiliki letak yang strategis dan juga memiliki pelabuhan yang baik. Di abad ke-16, Makassar sudah termasuk dalam peta pelaut-pelaut dunia sebagai kota pelabuhan besar di nusantara. 



Kota-kota  yang pernah menjadi ibukota indonesia


Dulu Indonesia pernah berpindah Ibukota dari Jakarta ke  kota lain untuk mempertahankan keberadaan NKRI. Kota-kota ini mungkin bisa dipertimbangkan kembali menjadi Ibukota Indonesia.

Kota Yogyakarta

Yogya pernah menjadi Ibukota negara Indonesia. Setelah Belanda dan sekutunya melancarkan serangannya ke Indonesia, pemerintah Republik Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke kota Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946. Yogyakarta dipilih karena semua rakyatnya dikendalikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selain itu alasan geografis dimana Yogyakarta tepat berada di jantung pulau Jawa. Yogjakarta juga dikelilingi oleh dua benteng alam yakni Gunung Merapi di utara dan samudera hindia di selatan, membuat kota ini tidak mudah untuk ditaklukkan.

Kota Bukitinggi

Bukittinggi Pernah Menjadi Ibukota Negara Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948 kota Bukitinggi ini ditunjuk sebagai ibukota negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Serupa dengan Yogjakarta, Kota ini dikelilingi oleh benteng alam yang bisa menyulitkan musuh menyerang kota ini. Ada Gunung Merapi di barat, Gunung Singgalang di selatan dan Lembah Sianok di utara dan barat.

Kota Bireun

Walau hanya seminggu, tahun 1948 Bireuen pernah menjadi ibukota Republik Indonesia yang ketiga setelah Yogyakarta dan Bukittinggi jatuh ke tangan Belanda dalam agresi kedua Belanda. Soekarno hanya berada seminggu di Bireuen dan seluruh aktivitas Republik Indonesia waktu itu dipusatkan di jantung kota. Pada waktu itu Soekarno menginap dan mengendalikan pusat pemerintahan RI di kediaman Kolonel Hussein Joesoef di Bireun. Presiden Soekarno terpaksa mengasingkan diri ke Aceh. Tepatnya di Bireuen, yang relatif aman. Secara geografis, Bireuen terletak di daerah perbukitan. 


Kota-kota yang pernah diusulkan menjadi ibukota Indonesia


Wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke kota lain pernah diusulkan sejak dulu.

Kota Bandung

Pada era awal tahun 1920-an, pemerintah kolonial Belanda pernah membuat perencanaan untuk memindahkan ibukotanya dari Batavia ke Bandung. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.P. Graaf van Limburg Stirum (1916-1921), timbul gagasan untuk memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Oleh karenanya, mereka pun membangun barak-barak militer dan bangunan untuk kantor pemerintahan. Gedung Sate adalah salah satu diantaranya, dan sedianya diperuntukkan bagi gedung pemerintahan pusat. Udara Kota Bandung yang berhawa sejuk mendukung sebagai pusat pemerintahan.

Kota Palangkaraya

Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kota Palangkaraya pernah diungkapkan Presiden pertama RI Soekarno saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng pada 1957. Soekarno bahkan merancang sendiri kota yang diimpikannya menjadi ibukota masa depan Indonesia. Soekarno membayangkan di pusat kotanya itu ada jalan raya, ada bundaran HI dan Tugu Selamat datang seperti di Jakarta. Di tengah Palangkaraya sudah dibangun sebuah bundaran yang dilengkapi enam persimpangan jalan. Rencana kawasan pembangunan kota Palangkaraya mencakup areal seluas 2.600 km persegi atau tiga kali lipat luas Jakarta saat ini. Palangkaraya yang terletak di Pulau Kalimantan berdekatan dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Lokasi ini dinilai strategis karena tidak terlalu ke barat ataupun timur. Palangkaraya juga adalah daerah aman gempa karena tidak masuk ring of fire dan tidak ada gunung berapi disana.


Kota Jonggol

Pada massa era Presiden Soeharto sekitar akhir dekade 1980-an pernah muncul ide memindahkan ibukota ke Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ratusan hektar lahan di kawasan ini pernah dibebaskan oleh sejumlah pengembang. Salah satunya PT Bukit Jonggol Asri (BJA) yang saham mayoritasnya milik Bambang Trihatmodjo, putra mantan Presiden Soeharto. Perusahaan itu mengalokasikan lahan sedikitnya 30 ribu Ha yang terbentang dari Kecamatan Citeureup sampai Kabupaten Cianjur. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur pernah direncanakan akan disulap menjadi kota metropolitan. Jonggol dari sudut lokasi dianggap ideal untuk memecah beban Jakarta. Selain luas, Jonggol juga dekat dengan Jakarta sehingga memudahkan proses pemindahan ibukota.


Indonesia mempunyai banyak kota yang tersebar di berbagai pulau yang bisa dipilih sebagai Ibukota baru tapi untuk memindahkan Ibukota, Pemerintah harus lebih dulu mengkaji secara cermat rencana pemindahan, termasuk menghitung biaya yang harus dikeluarkan. Kota yang akan menjadi ibukota nantinya harus memiliki wilayah cukup luas, aman dari bencana, sudah memiliki infrastruktur terutama jalan raya, bandara, dan stasiun kereta api.

Wednesday, June 20, 2012

Apa Saja Perlengkapan Wajib Backpacker

berencana jadi backpacker -turis dengan ransel di punggung sambil berjalan kaki- ke alam bebas atau alam liar? Nah, apa saja perlengkapan yang harus dibawa?

Berikut adalah daftar perlengkapan wajib backpacker meski sesungguhnya kondisi daerah tujuan akan sangat menentukan jenis barang yang dibutuhkan. Saat ke pantai di daerah tropis misalnya, Anda tidak perlu jaket wool tetapi saat naik gunung jaket itu akan sangat diperlukan.

Perlengkapan yang dibawa sebaiknya disimpan berdasarkan klasifikasi fungsinya. Misalnya, simpan makanan dalam sebuah tas tertentu, pemantik atau barang multiguna lainnya dalam tas yang lain. Cara penyimpanan seperti ini akan memudahkan Anda saat membutuhkan barang tersebut. Bawalah barang yang bisa berfungsi ganda. Contohnya, sarung kantung tidur atau sarung tenda dapat digunakan sebagai tas.


Perlengkapan standar


Tas punggung
Kantung tidur
Bantal tidur
Tenda (yang akan menjadi rumah selama perjalanan)

Makanan dan Minuman


Air kemasan secukupnya
Permurni air (filter, iodin atau pemutih)
Tungku dan bahan bakar
Layar penghalang angin (untuk menjaga api tetap menyala yang terbuat dari luminum foil)
Panci/wajan yang punya pegangan atau gagang
Pemantik tahan air
Cangkir atau mug
Mangkuk dan sendok yang ringan
Pisau Swiss atau pisau serba guna
Busa untuk membersihkan panci.


Pakaian


Sepatu khusus untuk medan yang sulit atau boot hiking (yang solnya tidak rata dan anti air)
Sandal dan kaus kaki atau sepatu kamping yang ringan
Kaus kaki wool
Dalaman kaus kaki (jika bertualang ke daerah yang dinggin)
Pakaian dalam (long underwear) sintetik untuk bagian atas dan bawah
Celana pendek sintetik
Pakaian dalam
T-shirt sintetik
Jaket dan celana panjang hujan atau angin
Jaket wool
Topi wool
Sarung tangan wool
Bandana

Aksesoris


Petunjuk arah (kompas), peta jalan atau buka panduan
Topi berlampu (headlamp)
Kertas tisu
Sekop pot plastik
Kantung sampah
Lip balm
Pelembab anti matahari (sun screen)
Pembersih tangan (hand sanitizer)
Sikat dan odol gigi
Perlengkapan P3K seperti plester, aspirin, tissue antiseptik, obat-obatan untuk mengatasi gatal-gatal dan iritasi akibat bersinggungan dengan tumbuhan beracun, semacam CORTAID® Treatment Kit, moleskin, tweezers)

Perlengkapan Tambahan


Tongkat untuk trekking
Topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari atau hujan
Kacamata hitam
Majalah dan pena
Kamera dan film
Alas tenda (ground cloth)
Duct tape (semacam isolasi yang sangat kuat yang bahkan dapat digunakan untuk memperbaiki pipa bocor)
Jam tangan
Peluit
Saringan kecil (semacam yang digunakan untuk menyaring partikel makanan selagi mencuci piring)

Perlengkapan Khusus


Perempuan: bawalah beberapa tampon/pembalut walaupun Anda tidak berencana menggunakannya; berkemah dapat mengakibatkan beberapa perubahan pada siklus haid Anda.
Pemakai lensa kontak: bawalah cairan pembersih dan kacamata.

10 Tips Dasar Perjalanan Anda

1. Tujuan.
First in first out. Ya iyalah… tanpa menentukan tujuan wisata anda, bagaimana memulai perencanaan? Ingat kata nenek moyang kita “Naik tanpa perencanaan turun tanpa penghormatan”. Without destination, there’s no place you can go.

2. Waktu.

Waktu sangat menentukan jarak tempuh anda. Duh, bayangin adja jika anda ingin ke Amerika tapi waktu anda Cuma 3 hari, nggak cukup khan? Maknya kalu anda gak ada waktu jangan lupa membelinya di toserba-toserba terdekat. Ingat khan “bahwa uang segalanya” jadi dengan ber-uang anda dapat membeli segalanya.Tentukan juga waktu anda dengan kondisi geografis setempat.

3. Biaya.
Like wise man says, everything has its price. Hal ini sudah dibilang mutlak. Walau di ilmu sosial gak ada yang mutlak. Tapi ini berlaku di ilmu hitam. Keterbatasan biaya akan menghambat perjalanan dan tingkat kenyamanan anda. Jadi hitung-hitung dulu dan sesuakain dengan budget code sebelum melakukan perjalanan.

4. Akomodasi.
Manusia membutuhkan tempat berlindung. Jadi sah-sah adja untuk mencari tempat tinggal dan melakukan pemesanan sebelum melakukan perjalanan. Bisa repot kalu anda tiba di tempat tujuan tapi hotel nya sudah fully booked. Mau gak mau anda harus bepetualang mencari hotel yang masih available.

5. Tranportasi.
Coba cek, apakah negara tujuan wisata anda mempunyai transportasi umum yang layak konsumsi dan aman ? Kalu tidak, siap-siaplah keluarin extra budget untuk taksi. Yang namanya taksi itu dimana-mana mahal.

6. Food.
Good friend great food. Buat para food lovers ini gak menjadi begitu masalah. Karena setiap daerah memiliki khas kuliner yang berbeda-beda.

7. Must visit place.
Setiap destinasi memiliki tempat unik yang bisa di kunjungi., baik itu bagus maupun tidak.Jadi, pastikan anda memilih tempat sesuai dengan daya tarik anda sendiri. Tambahan, jangan lupa untuk memasukan di agenda anda prioritas tempat memilih yang anda kunjungi day by day basis.

8. Iklim/Cuaca.
Iklim atau cuaca apaun namanya. Sangat mempengaruhi aktifitas, pakaian, kegiatan ataupun hobby. Jadi pastikan anda iklim destinasi sebelum memutuskan untuk bepergian. Travelling tanpa mengetahui keadaan yang sedang terjadi di daerah yang di tuju, khan aneh ! Bisa-biswa anda pengenya ke pantai, eh, tahu-tahunya malah winter pula disana, nggak lucu kan… !!

9. Camera & Souvenir.
Kenangan perjalanan akan menjadi moment buat setiap orang, baik itu bahagia, sedih, kecewa, lucu yang pastinya berkesan buat anda. Jadi, souvenir dan foto=foto perjalanan atau bahkan video dokumenter akan menjadi panduan anda untuk mengenangnya dimasa yang akan datang.

10. Travel Warning.
Informasi bencana alam dan peperangan patut menjadi pertimbangan sebelum berangkat karena keselamatan adalah hal yang paling penting atas segala-galanya. Dengan adanya berita destinasi yang up to date, hal-hal yang tidak di inginkan dapat di cegah atau di hindari. Alternatif lain, anda dapat cek di kedutaan setempat atau kantor imigrasi. Namun jika anda bepergian dengan mengambil paket komplit dari agen perjalanan, tenang saja karena semua itu sudah di atur dan di pertimbangan oleh agen.Ngapaen mesti repot kalu yang gampang ada.

Monday, June 4, 2012

Buah lokal vs buah impor

Buah lokal Indonesia sebenarnya memiliki rasa dan bentuk yang tidak kalah dengan buah import. Indonesia merupakan salah satu negara kaya akan hasil alam termasuk buah. Sayangnya orang Indonesia lebih banyak memilih buah import. Para petani kadang juga lebih memilih membudidayakan buah yang asalnya tidak asli dari Indonesia padahal buah asli Indonesia tidak kalah dengan buah asal luar negeri. Untuk lebih jelasnya, berikut buah-buah asli Indonesia yang dibandingkan dengan buah dari luar Indonesia.

Buah apel vs Jambu air


Jambu Air (Syzygium javanicum dan Syzygium Samarangense) merupakan buah tropis dari tanaman asli Indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar. Pada awal abad 20, tanaman ini telah dibudidayakan di  Jamaika, Suriname, Kepulauan Curacao, Aruba, dan Bonaire. Jambu air kini juga dikembangkan di negara-negara seperti India, Thailand, Cina, negara-negara Amerika Tengah, dan Selatan. Jambu air kadang disebut Water Apple mungkin karena buahnya mirip apel tetapi banyak airnya. Jambu air juga dikenal dengan nama Java Apple.

Rasa jambu air sangat manis dan berair sehingga enak kalau memakannya. Buah ini renyah dan nikmat. Jambu air kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan vitamin A. Selain itu, jambu air juga mengandung mineral yang tidak kalah bagus dari apel. Jambu air merupakan sumber mineral besi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, seng, tembaga dan mangan.


Buah Anggur vs Jamblang


Buah Jamblang (Syzygium cumini) sering juga di sebut anggur jawa karena bentuk dan warnanya seperti anggur. Tanaman ini disebut juga dengan nama java plum (Inggris). Sebagian orang menyebut buah ini dengan nama Duwet. Jamblang bisa ditemukan di Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Filipina dan tentunya Indonesia. Buah Jamblang mirip dengan buah anggur hitam, namun lebih lonjong. Ukurannya relatif sama dengan anggur.

Buah jamblang rasanya sepet-sepet dan manis. Ada asamnya juga. Uniknya kalau makan buah ini warna lidah akan berubah menjadi ungu kehitaman. Buah Jamblang ini banyak manfaatnya disamping enak. Buah ini kalau dimakan bisa memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, dan menurunkan kadar glukosa darah. Buah ini juga kaya vitamin A dan C.


Buah Leci vs Rambutan 


Buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) termasuk keluarga Sapindaceae seperti Leci (Nephelium litchi atau litchi Sineasis). Kalau buah Leci merupakan buah subtropis asal Cina Selatan, buah rambutan merupakan buah asli Indonesia. Pada tahun 1906, Indonesia pernah mengekspor biji rambutan ke Amerika Serikat namun ternyata buah ini sulit tumbuh di Amerika Serikat. Rambutan dalam bahasa Inggris juga disebut Rambutan artinya memang buah ini asli Indonesia. Buah rambutan adalah buah yang berbulu seperti rambut karena itu disebut rambutan. Buah ini juga dibudidayakan di Thailand,Malaysia dan Filipina. Di Indonesia buah ini sering disepelekan karena banyak tumbuh padahal bagi negara-negara Eropa atau Amerika ini buah ini sangat disukai dan mahal harganya.

Rasa buah rambutan bervariasi, dari masam sampai manis. Buah rambutan selain enak buahnya, juga banyak manfaatnya. Buah rambutan mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium dan vitamin C. Bahkan kadar vitamin C buah rambutan lebih tinggi dari jeruk manis.

Jeruk vs Pomelo


Pomelo (Citrus grandis) dipercaya oleh banyak ahli sebagai tanaman asli Indonesia. Buah ini kini telah menyebar ke Indocina, Cina bagian selatan, Jepang bagian paling selatan, India, wilayah Mediteran, dan sampai ke Amerika tropik. Pomelo merupakan jenis jeruk yang menghasilkan buah berukuran besar. Buah ini bentuknya seperti jeruk, tetapi dalam ukuran yang lebih besar dan berwarna putih atau merah muda. Karena dulu penghasil jeruk ini banyak terdapat di Bali maka disebut juga jeruk Bali. Namun salah satu lokasi budidaya jeruk bali yang terkenal bukan Bali, melainkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di Pati, jeruk Bali disebut dengan jeruk bali madu karena rasanya yang manis.

Daging buah jeruk Bali atau pomelo ada yang berwarna putih, namun ada juga yang berwarna kemerahan. Biasanya, jeruk Bali yang berwarna kemerahan memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan yang memiliki daging berwarna putih. Buah Pomelo bermanfaat bagi kesehatan jantung dan lambung dan juga baik untuk kesehatan gusi karena kadar vitamin C-nya tinggi. Selain itu buah ini mengandung provitamin A, vitamin B, vitamin B1, B2 dan asam folat.

Kurma vs Salak


Salak (Salacca zalacca) merupakan tanaman buah asli Indonesia. Jika kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem di timur tengah, Salak merupakan buah yang berasal dari tumbuhan jenis palem berduri asli Indonesia. Salak disebut juga dengan nama Snake Fruit karena kulitnya yang bersisik. Buah Salak merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati oleh orang Jepang, Amerika, dan Eropa.

Buah salak memiliki rasa manis kesat, dan segar. Di dalam buah salak terdapat vitamin C, tanin dan serat. Buah salak juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah sebagai manisan. Di Madura Salak diolah menjadi makanan yang rasanya mirip kurma sehingga disebut dengan Kurma Salak. Untuk membuat kurma salak, Salak dikupas kemudian direbus dengan air gula sehingga rasa dan bentuknya hampir menyerupai kurma.

Buah-buah Indonesia memiliki cita rasa beragam tidak kalah dengan buah subtropis. Selain buah yang disebutkan tadi masih banyak buah asli Indonesia yang tidak kalah nikmat seperti belimbing, mangga, matoa, durian, nangka dsb. Buah-buah subtropis dan buah tropis tapi tidak asli Indonesia memang diantaranya sudah bisa dibudidayakan di Indonesia seperti apel, Jeruk, semangka, melon, anggur, buah naga dsb. Tapi alangkah baiknya jenis buah asli Indonesia juga turut dikembangkan agar tidak punah. Sudah saatnya orang Indonesia lebih memilih buah lokal. Mengkonsumsi buah lokal bisa mendatangkan manfaat bagi perekonomian yang bisa membantu petani-petani buah Indonesia. Selain itu, dengan konsumsi buah lokal kita juga turut serta membantu melestarikan sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Sunday, May 13, 2012

Berpetualang ke masa lalu tidak perlu mesin waktu, kita bisa melihat masa lalu bumi melalui alam Indonesia

Tidak ada yang tahu berapa sebenarnya usia bumi ini. Manusia hanya bisa memperkirakan saja. Para ahli geologi membagi masa perkembangan bumi menjadi beberapa zaman. Sejarah bumi berdasarkan "ada" dan belum "adanya" kehidupan yang nyata dibedakan menjadi dua kurun yaitu :
1. Kriptozoikum (kurun belum dijumpai kehidupan nyata)
2. Fanerozoikum (kurun sudah ada kehidupan nyata)

Kurun kriptozoikum dibedakan menjadi dua masa yaitu:
1. Arkeon / arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)
Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Pada masa itu bumi dalam proses pembentukan, permukaan bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat makluk hidup yang tinggal di bumi.

2. Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)
Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).  Enkaryotes ini akan menjadi tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.

Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa pra-kambrium.

Kurun fanerozoikum dibagi menjadi tiga masa yaitu :
1. Palaezoikum 
Masa palaeozoikum berlangsung sejak 540 juta – 245 juta tahun yang lalu. Masa ini merupakan masa perkembangan hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata, khususnya ikan dan reptilia. Ganggang laut dan tumbuhan berspora juga berkembang pesat pada masa ini. Masa Paleozoikum dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu Paleozoikum Bawah yang meliputi Zaman Kambrium, Zaman Ordovisium, Zaman Silur; dan Paleozoikum Atas yang meliputi Zaman Devon, Zaman Karbon, dan Zaman Perm.

2. Mesozoikum
Disebut juga sebagai zaman sekunder, berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan munculnya hewan-hewan reptil besar (dinosaurus) oleh karena itu jaman ini disebut juga zaman reptil. Masa Mesozoikum dibagi menjadi tiga zaman yaitu: Trias, Jura, dan Kapur.
 
3. Kenozoikum 
Kenozoikum disebut juga era Neozoikum yang diartikan masa baru dalam sejarah geologi bumi. Masa ini berlangsung sejak 65 juta tahun silam hingga sekarang. Masa ini terdiri dari zaman tersier dan kuarter. Pada jaman kuarter pembabakan waktunya masih dibagi lagi menjadi 2 yaitu zaman Pleistosen/dilivium (zaman es/glasial) dan zaman Holosen/alluvium. Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.

Dari zaman-zaman tersebut, manusia hanya bisa membayangkan bagaimana keadaan bumi di masa lalu itu. Bisakah manusia kembali ke masa lalu untuk mempelajari keadaan bumi di masa purba? Sebenarnya alam Indonesia seperti kapsul waktu. Jika ingin berpetualang ke masa lalu kita tidak perlu mesin waktu. Lewat alam Indonesia kita bisa menjelajahi waktu dari zaman permulaan bumi..

Indonesia memiliki tempat-tempat dimana keadaan alamnya seperti berada di masa lain. Suatu hal yang ajaib karena seolah-olah alam di Indonesia ada yang luput dari evolusi alam. Berikut tempat-tempat tersebut:

Gunung Anak Krakatau


Gunung Anak Krakatau terletak di selat sunda antara pulau Jawa dan Sumatera. Gunung Anak Krakatau merupakan gunung yang terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau yang pernah menggelapkan bumi selama 2 hari. Krakatau pernah meletus tanggal 27 Agustus 1883 dengan daya ledakan yang maha dahsyat. Pasca letusan 1883,  Krakatau lenyap.

Setelah sekian lama terjadi letusan, pada tahun 1927,di bekas letusan Krakatau terjadi fenomena baru, yakni munculnya anak gunung Krakatau dari permukaan laut.
Pada tanggal 29 Desember 1927, letusan di bawah laut di kedalaman 188 meter menandai kebangkitan kembali Krakatau setelah 44 tahun. Kemudian Anak Krakatau terus tumbuh menjadi gunung api yang sangat aktif dengan pertumbuhan rata-rata 5 inci per minggu. Pada Gunung Anak Krakatau ini kita bisa menyaksikan munculnya pulau baru.

Melihat kembali terbentuknya daratan di gunung anak Krakatau seolah-olah kita berada di Zaman Arkeozoikum. Zaman Arkeozoikum merupakan zaman tertua, berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Pada masa itu bumi dalam proses pembentukan, permukaan bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat makluk hidup yang tinggal di bumi. Pada masa itu ada aktivitas inti bumi yang menimbulkan banyak terbentuk gunung berapi yang memancarkan material dari inti bumi membentuk tanah daratan, sehingga dasar tanah dan tanah daratan yang terbentuk selama proses aktivitas planet bumi (siklus tanah bumi) akan menimbulkan lempeng benua. Gunung berapi terbentuk dari batuan cair panas yang disebut magma yang berasal dari perut bumi.


Laut Sangihe, Sulawesi Utara 



Pada laut Sangihe Sulawesi Utara terdapat sebuah gunung api aktif setinggi 3.200 meter di kedalaman 1.900 meter di bawah Laut. Gunung api tersebut membentuk sebuah kawasan komunitas baru di areal geothermal. Di ketinggian 2.000 meter dari gunung berapi tersebut menempel cerobong-cerobong asap tinggi yang mengeluarkan panas dari gunung berapi. Di dalam suhu air yang sangat tinggi hingga mencapai 200 derajat celsius itu ternyata hidup berbagai biota laut. Uniknya di bawah laut ini juga hidup bakteri-bakteri yang diperkirakan sama dengan bakteri yang hidup 3,5 miliar tahun lalu. Sifat-sifat molekul atau DNA bakteri tersebut sama dengan bakteri yang hidup 3,5 miliar tahun lalu.

Sekitar 3,5 milliar tahun yang lalu, Bakteri-lah barangkali makhkluk hidup yang pertama kali muncul di bumi dan organisme primitif lainnya. Fossil tertua yang berhasil ditemukan adalah bakteri yang berusia 3,5 milliar tahun. Para ilmuwan memberikan gambaran bahwa kehidupan mahluk-mahluk ini terjadi dalam era Proterozoikum antara rentang waktu 3,5 milyar tahun - 6 juta tahun yang lalu. Proterozoikum artinya masa kehidupan awal.

Danau Satonda, Nusa Tenggara Barat



Pada tepi danau Satonda dapat ditemukan sebaran luas terumbu gampingan stromatolit. Danau Satonda yang terletak di sebelah utara seberang Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat menjadi satu-satunya tempat di bumi ini yang sempurna bagi stromatolit untuk berkembang. Perlu diketahui, Stromatolit (batuan berlapis yang dibentuk dari penggabungan sedimen mineral menjadi hamparan mikroba) adalah organisme pertama di bumi yang menghembuskan oksigen. Organisme ini dipercaya merupakan organisme yang mengubah atmosfir bumi sehingga kemudian menjadi nyaman untuk dihuni oleh mahluk hidup bersel banyak (multisel) setelahnya. Stromatolit muncul untuk pertama kalinya pada suatu waktu antara Archean tengah-Archean akhir (sekitar 3000 juta tahun lalu) dan menjelang awal Proterozoikum mereka berkembang dalam lingkungan yang luas. Material stromalit berlimpah pada kurun prekambrium, atau sekitar 3,4 miliar tahun lalu. Struktur stromatolit dalam perkembangannya tidak pernah ditemukan lagi kecuali di Danau Satonda ini.

Kehadiran stromatolit di Satonda menjadi sangat menarik karena menunjukkan danau ini memiliki lingkungan yang menyerupai lautan purba, prakambrium. Secara kimiawi jelas air danau ini sangat mirip dengan air/lautan pada masa prakambrium. Di danau ini pada kedalam sekitar 10-15 meter, akan ditemukan sebuah batas pertemuan oksigen dan H2S atau biasa disebut "chemocline". Pada tempat inilah dapur utama pembentuk terumbu yang kemudian berlapis-lapis menjadi stromatolit. Umur stromatolit satonda banyak yang menyebut sekitar 2000 - 4000 tahun. Meski terbilang masih sangat muda, tetapi fakta bahwa keberadaan stromatolit alami di dunia saat ini hanya di danau satonda ini. Menurut dua ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak,  Satonda merupakan fenomena langka karena airnya yang asin dengan alkalinitas (tingkat kebasaan) sangat tinggi dibandingkan dengan air laut umumnya. Danau Satonda dianggap merupakan miniatur laut pada Kurun PraKambrium.


Perairan Talise, Sulawesi Utara




Keberadaan Ikan raja laut atau Coelacanth yang ditemukan di perairan Talise sebelah Utara menunjukkan bahwa perairan Talise cocok untuk Habitat ikan purba Coelacanth. Coelacanth adalah ikan besar dengan panjang bisa mencapai 2 meter dan berat 100 kilogram. Ikan ini bisa hidup hingga berumur 50 tahun. Sirip-siripnya besar dan tebal sehingga ikan ini diyakini ilmuwan sebagai nenek moyang hewan darat, seperti katak. Coelacanth dikategorikan sebagai ikan prasejarah dan fosil hidup karena diduga sudah ada semenjak era Devonian, sekitar 380 juta tahun yang lalu.  Ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu tapi ternyata ikan ini masih bisa ditemukan di perairan Talise. Habitatnya adalah karang-karang di laut dalam sekitar 150-200 meter di bawah permukaan laut. Habitat ikan Coelacanth berada di kedalaman lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. 

Ikan Coelacanth merupakan hewan yang berhasil bertahan hidup dari era paleozoikum tepatnya 400 juta tahun Sebelum Masehi pada zaman devon. Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya.


Pulau Lihukan, Sulawesi Selatan


Di pulau Lihukan yang terletak diantara perairan laut Flores dan laut Sulawesi ini tumbuh tanaman purba Sikas Naga (Cycas Affinity Rumphii). Tanaman Sikas Naga tumbuh subur dan populasinya bisa dibilang stabil di pulau ini. Diperkirakan tanaman purba ini sudah ada sejak 230 juta tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus hidup di muka bumi. Tumbuhan ini hidup di atas batu-batu karang yang tajam. Sikas naga tumbuh di atas permukaan karang. Seluruh kawasan di Pulau Lihukan tak ada yang bertanah. Sebatas mata memandang yang ada hanya bebatuan berongga dan berujung runcing. Pada rongga-rongga batu itu sikas tumbuh. Jadilah nampak seperti pot-pot alami bagi tumbuhan sikas. Di batu inilah tanaman ini hidup, nutrisi di perolehnya dari sisa-sisa sampah laut yang tersapu ombak serta mineral yang terkandung di dalam batu yang lepas saat di terpa ombak laut ataupun hujan.

Tanaman Sikas merupakan tanaman purba yang sudah ada sejak belasan juta tahun silam, pada zaman Karbon. Pada zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu), pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat jumlahnya.

Pulau Komodo, NTT

 
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Keadaan alam yang kering dan gersang menjadikan pulau ini suatu keunikan tersendiri. Adanya padang savana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas; ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo (Varanus komodoensis).

Binatang Komodo disebut-sebut merupakan peninggalan zaman Jurassic. Konon, saat itu bumi ini didominasi oleh kelompok reptil seperti dinasourus, alosaurus, stegosaurus dan apotosaurus. Berkunjung ke Pulau Komodo bagai memasuki zaman Jurassic. Pada zaman Jurasic, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa.

Luweng Jomblang, Yogyakarta 


Luweng Jomblang yang terletak di dusun Jetis, Semanu,Gunung Kidul, Yogyakarta merupakan salah satu gua batu gamping dari ratusan gua yang ada di gugusan kawasan karst Gunung Sewu. Luweng Jomblang atau Gua Jomblang merupakan gua vertikal dengan kedalaman sekitar 60 meter yang luasnya hampir seluas lapangan bola, mempunyai bentang hutan purba bawah tanah. Disebut hutan purba oleh penduduk setempat mungkin karena hutan ini terdapat pada cekungan doline yang tidak pernah terusik sejak terbentuk setelah jaman Pleistosen. Hutan purba tersebut terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran. Hutan ini bertahan karena sinar matahari masih mampu masuk. Hutan purba di Luweng Jomblang memiliki vegetasi yang berbeda dengan vegetasi di permukaan. Beberapa tumbuhan yang hidup di hutan ini tidak ditemui lagi di atas permukaan goa. Tumbuhan yang cukup terkenal di tempat ini antara lain Genipa Americana, tumbuhan pakis, Daun Airmata (jenis pakis), Merica-Mericaan, Cabe-Cabean (bahasa latin = Albus), dan tumbuhan lain yang belum diketahui namanya.


Danau Kakaban, Kalimantan Timur



Danau Kakaban terletak di tengah Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yang diprediksi terbentuk sejak 2 juta tahun lalu saat zaman peralihan holosin. Karena merupakan sistem tertutup, keanekaan hayati di Danau Kakaban seperti di zaman purba, tak terpengaruh oleh zaman. Beragam biota laut yang menghuni Danau Kakaban mengalami evolusi selama terkurung di dalamnya sehingga memiliki sifat dan tampilan fisik yang berbeda dengan spesies sejenis yang berada di laut. Danau ini merupakan danau purba yang menjadi sarang bagi ribuan ubur-ubur tak bersengat.

Itulah tempat-tempat dimana ketika kita melihatnya seperti berada di masa purba. Tempat-tempat tersebut harus dijaga dan dilestarikan. Masa lalu takkan bisa kembali tapi dengan adanya tempat-tempat tersebut kita bisa lebih memahami keadaan di masa lalu tersebut.

Wednesday, March 7, 2012

Pohon yang Unik dan Aneh ada di Indonesia

Negara Indonesia banyak ditumbuhi pohon. Beberapa diantaranya terlihat unik dan aneh. Berikut beberapa pohon unik dan aneh yang ada di Indonesia pilihan indonesiatop.blogspot.com:


Pohon berlubang

Pohon Bunut ini sangat unik karena tengahnya berlubang dan ada jalan yang bisa dilalui kendaraan. Pohon ini dikenal dengan nama Bunut Bolong. Bunut Bolong terletak di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Jembatan Akar

Pohon ini sangat unik karena akarnya dirajut menjadi Jembatan Akar. Jembatan akar ini dirajut dari akar pohon yang tumbuh di kedua sisi sungai. Jembatan ini merupakan Jembatan alami yang hidup dan terus tumbuh. Jembatan akar ini ada di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.


Pohon pintu gerbang

Akar-akar dua pohon besar saling terhubung terlihat seperti pintu raksasa. Orang-orang ada yang menyebutnya ‘pintu gerbang’. Beberapa pendaki menjadikan pohon ini favorit mereka yang dikunjungi ketika mendaki gunung Slamet. Pohon ini bisa ditemui di hutan gunung Slamet, Jawa Tengah.

Pohon di atas tebing

Pohon yang tumbuh di puncak tertinggi tebing ini membuat pemandangan yang luar biasa indah. Tebing ini dikenal dengan nama Tabiang Takuruang. Tabiang Takuruang berada di Ngarai Sianok, Sumatera Barat.

Batu berdaun

Pohon ini sangat unik karena tampak seperti batu yang berdaun. Sebenarnya ini adalah batu besar yang di tengahnya ditumbuhi pohon. Anehnya akar utamanya tepat berada di tengah-tengah batu yang luar biasa kerasnya. Pohon ini berada di tepi pantai kawasan objek wisata di Singkep, Provinsi Kepulauan Riau.

Pohon Lanang Wadon

Pohon ini jika dilihat menyerupai dua kelamin yaitu kelamin Lelaki dan Perempuan. Bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon ini diberi nama pohon Lanang Wadon yang berarti Laki Perempuan. Pohon ini terdapat di hutan Sangeh, Kabupaten Badung, Bali.


Pohon tumbuh di atap rumah tua

Pohon besar sejenis beringin ini tumbuh di atas atap rumah adat toraja (Tongkonan). Pohon di atap Tongkonan ini dibiarkan tumbuh karena menjadikannya terlihat unik. Pohon besar yang tumbuh di atas atap ini, akarnya tidak ada yang sampai ke tanah, bahkan tidak ada yang melewati atap ke bawah. Akarnya merambat di segala sisi atap. Pohon unik ini ada di dusun Pao, Lembang Nanggala, Toraja Utara.